Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Mei 2008

PURNAMA ABADI

Beberapa hari yang lalu, nomor saya dihubungi oleh nomor tak dikenal. Mungkin nomor itu pernah masuk di phonebook hape saya, tapi terus hilang bersamaan dengan insiden hilangnya kartu simpati saya waktu itu.

So, ketika nomor itu mampir lagi, saya tidak tahu, itu nomor siapa.

Eh, kemudian nomor itu berkirim puisi. Cukup bagus menurut saya, maka saya mohon ijin pada pemilik nomor itu, bagaimana jika puisinya saya 'terbitkan' di blog ini. Ternyata pemilik nomor itu tak berkeberatan. Dan inilah puisinya....selamat mengapresiasi!

-0-

PURNAMA ABADI
(oleh: no name)

Setiap awal ada akhir
Yang seolah permulaan
Yang Sempurna
Seonggok rasa berjuta asa
Tuk wujudkan segala cita
Semua nyawa
Ingin akhir yang bahagia
Tanpa pengorbanan pastilah sia dan hampa
Secercah cahaya kunang jadi penuntun
Tapi tak selamanya.........
Namun ia tetap abadi
Dalam cahaya
Hingga akhir waktu
Datang menjemputnya

-0-

Minggu, 06 April 2008

HAMPA

Hujan menderas
Seharusnya inilah hatiku padamu
Namun tak bisa
Tak bisa kutangisi pergimu

Mendung belum sirna
Dari atas sembojamu
Namun kabut tlah berlalu
Seiring pergimu dariku

Mengapa, kasih
Tak kurasakan itu
Hilang
Duka
Luka

Maafkan, kasih
Saat kerjap ceria mataku
Mengiring beku pergimu

Sabtu, 29 Maret 2008

MASA

mengejarmu

dalam km/jam yang tak masuk akal

dan luruh aku dalam letih yang begitu wajar

sebab kau tak terkejar

tak mungkin terjajar



kau terus berlari

kian cepat

kian jauh tak terkejar

lalu titik akhir hentikanku

dan kau terus melaju

sampai batas dititahkan padamu

Sabtu, 15 Maret 2008

Takdir (2)

Aku nikahkan takdirku

Dengan mahar sebiji sawi keikhlasan

dan segelas air tawakal

membasahi kerontangnya asa

melarutkan segala upaya

Takdir (1)

Saling silang waktu merajah masa

Menatah batu takdir

Melahirkan rejeki

Menjodohkan kematian